?

Log in

Next Entry

Family Introduction

 

Bonjour. Selamat datang di Le Château de Conglée. Je m'appelle Choi Siwon dan saya adalah orang yang akan menemani Anda sekalian berkeliling.

 

Keluarga Conglée adalah keluarga bangsawan bernama asli Congelé. Akibat kesalahan kecil yang terjadi berabad-abad yang lalu ketika keluarga ini terbentuk, keluarga ini dikenal sebagai La Conglée, bukan La Congelé. Kediamannya adalah kastil tua yang klasik dan telah diwariskan secara turun temurun kepada para pewaris selama berabad-abad. Keluarga ini terdiri dari 18 orang anggota keluarga dan puluhan pekerja.

Tujuan pertama kita adalah ruang rekreasi keluarga. Di sini kita dapat melihat betapa beradanya keluarga ini. Ruangan luas berkarpet asli dari India dan dihiasi perabotan asli Italia ini adalah tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga ini. Biasanya para puteri suka bermain di balkon ruangan ini, tepat di depan pintu kaca besar itu.

Seperti yang Anda lihat, perapian tua yang cantik dan kursi berlengan yang empuk dan nyaman itu adalah singgasana sang pewaris dan pemimpin keluarga ini, Lumière Eirwyn Safo de Conglée. Grand Monsieur adalah satu-satunya orang yang dapat memerintah saya. Secara teknis, saya adalah tangan kanan Grand Monsieur Lumière. Beliau ini adalah sosok seorang ayah yang kuat, tegas, dan disiplin. Tidak ada satu pun yang mampu mengalahkan argumennya. Saya juga memperingatkan Anda sekalian, ingatan beliau sangat luar biasa dan kemampuan berbahasanya tidak dapat diragukan lagi. Beliau menguasai 5 bahasa, yaitu bahasa Inggris, bahasa Perancis, bahasa Jepang, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa, itupun masih ditambah pengetahuannya terhadap bahasa asing lain seperti bahasa Korea, bahasa Jerman, dan bahasa alien. Hobi utama Grand Monsieur adalah duduk di kursi kebanggaannya sambil menikmati secangkir kopi krim hangat dan membaca koran. Hal yang paling mencolok dar pribadi pemimpin ini adalah sifat perfeksionisnya. Dengan kekuatan argumennya, tentu sifat ini sangat mendominasi keadaan rumah tangga. Lihat saja setiap sisi tempat ini dan bagaimana semua pekerjanya berbusana. Mata beliau adalah mata elang dengan sinar laser pembunuh. Hahaha, sedikit berlebihan.

Jangan heran ketika Anda melihat pria yang tengah tiarap di atas sofa itu. Beliau yang normal memang seperti itu. Beliau adalah adik kembar Grand Monsieur Lumière, Neiva Olethea Faerié de Conglée. Sifat dan karakternya merupakan cermin dari Grand Monsieur, sungguh kekanak-kanakan dan mudah beradaptasi dengan kelakuan para puteri. Kalau kita bisa melambangkan mereka dengan yinyang maka Grand Monsieur Lumière adalah yang-nya sedangkan Monsieur Neiva adalah yin-nya. Dia selalu penuh semangat dan berseri-seri, seperti matahari. Dia sangat dekat dengan para puteri sehingga pertengkaran tanpa tujuan jelas pun sering terjadi—untung saya tidak harus terlibat di dalamnya. Dia adalah orang yang benar-benar berbeda dengan Grand Monsieur. Dia tidak bisa berhenti membuat kehebohan setiap hari. Bahkan ketika semua tengah tertidur.

Di sisi lain ruangan, Anda mungkin sudah bertanya-tanya sejak tadi, perempuan molek yang tengah memainkan harpa dengan lembut itu adalah istri Grand Monsieur Lumière yang baru saja kembali setelah sekian lama dicari, Fidelle Aurora de Conglée. Sosoknya yang selalu didambakan akhirnya dapat diwujudnyatakan oleh sang ayah yang dengan penuh dedikasi mencarinya hingga ke ujung barat dunia. Sifatnya yang lembut dan penuh kesabaran menjadi penyeimbang bagi sifat Grand Monsieur yang keras dan tak terkalahkan. Sedikit berbagi rahasia, Grand Monsieur Lumière hanya bisa bersikap romantis pada Grand Madame Aurora. Nama Fidelle adalah hadiah dari Grand Monsieur untuk beliau.

Perempuan yang terngah bermain piano untuk mengiringi The First lady adalah Fascienne Vespera de Conglée. Dia adalah satu-satunya adik perempuan Monsieur. Memiliki beberapa kesamaan dalam berpikir dengan Monsieur Lumière dan terkenal dengan persaingan psycho-nya dengan Monsieur Lumière. Sesuai namanya yang berarti gelap, dia banyak menghabiskan waktu di tempat gelap semasa kecil hingga warna kulitnya terlihat sangat pucat—seperti vampire. Mungkin daripada Monsieur Neiva yang menjadi saudara kembar Grand Monsieur Lumière, dia lebih pantas, karena mereka berdua sama-sama seperti pembunuh bertaring di malam hari—dimana yang satu seperti sepertiga Siren, sepertiga manusia, dan sepertiga vampire, sedangkan yang satu lagi vampire berdarah murni. Baiklah... Monsieur Neiva sudah merusak keharmonisan lagu, artinya kita harus berbalik.

Anda bisa melihat sepasang suami istri yang tengah bercengkrama di dekat balkon itu? Beliau berdua adalah orangtua dari Monsieur dan kedua saudaranya, Alvern Finiarel Seraphiel de Conglée dan Alula Amedea de Conglée. Sang suami adalah sesosok pria yang membangun kehidupan sempurna yang kini menjadi tanggung jawab putra sulungnya. Di balik sosoknya yang terlihat penuh wibawa, beliau adalah seorang penulis cerita romantis. Dari ketiga anaknya, yang mengetahui sisi ini awalnya si sulung dan voila! Dari bibir si sulung yang kelewat rapat, sang ibu sendiri yang membocorkan rahasia ini pada kedua anaknya yang lain. Haha, benar-benar hal yang mengejutkan. Jika Anda bertanya-tanya darimana asal sifat perfeksionis sang pemimpin keluarga, tentu dari pria inilah jawabannya. Anda bisa membayangkan bagaimana jadinya apabila ada dua orang super-perfeksionis tinggal dalam satu rumah. Jika saja mereka bisa selalu sepaham... baiklah beralih ke sosok yang satu lagi.

Sang ibu, sang ibu suri, memiliki sifat keibuan yang luar biasa, tapi kepikunannya benar-benar tidak diragukan lagi. Beliau sangat bawel dan cerewet mengenai apapun. Beliau menganggap setiap anaknya memiliki kelebihan tersendiri, tapi baginya si sulung itu adalah yang paling menjanjikan sekaligus memusingkan. Anak kedua beliau terlihat sangat manis ketika bermain bersama cucu-cucu beliau dan anak ketiga beliau terlihat tidak bermasalah dan mudah diatur—apalagi anak ketiga beliau ini merupakan yang paling rajin dari tiga bersaudara. Sering sekali beliau tertidur di tengah pembicaraan dan jangan salahkan si sulung yang masih muda dan liar jika beliau merasa terjahili.

Ah, perempuan cantik bertubuh mungil yang baru saja menghampiri Madame Fidelle dan Madame Fascienne itu adalah Kim Taeyeon. Dia adalah istri Monsieur Neiva. Dia bekerja sebagai seorang penyanyi dan dia tahu bahwa suaminya adalah seorang penggemar dari "rival" satu profesinya yang bernama Dara, tapi dia diam saja. Dia sosok yang terlihat rapuh dan cantik seperti bunga di pagi yang dingin--atau begitu yang dikatakan Monsieur Eirwyn untuk menggambarkan saudari iparnya ini. Dia mulai bernyanyi bersama Madame Fidelle. Seandainya keadaan di kastil ini bisa seperti ini di setiap sudutnya. Dia memiliki sifat yang mirip dengan Madame Fidelle, tetapi tampaknya itu tidak membuat Monsieur Eirwyn bersedia dengan cepat memberikan nama resmi keluarga DeConglée kepadanya. (Beliau berkata, "Beri saja dia nama sendiri, N. Aku hanya akan meresmikannya.") Orang tua mereka hanya bisa menggelengkan kepala. 

Lihat sosok pria yang tengah berbincang dengan kedua orang tua itu? Itu adalah Hwang Changsung, suami Madame Fascienne. Dia tadinya bekerja sebagai artis jalanan, tapi sekarang... bahasa sederhana untuk menerjemahkannya adalah artis terkenal. Dia tidak terlalu dekat dengan Grand Monsieur, tapi dia sering berkeliaran di kastil utama hanya untuk mencari Grand Monsieur. Saya tidak mengerti dengan hubungan in law mereka. Untung saja Monsieur Neiva cukup dekat dengannya, jadi apa yang ia cari bisa ia dapatkan.

Dari ruang rekreasi, kita beralih ke perpustakan keluarga. Anda bisa melihat perempuan yang tengah duduk di salah satu kursi dengan sebuah buku tua yang tebal itu, bukan? Itu adalah puteri sulung Grand Monsieur dan Grand Madame de Conglée, Tiana Claire de Conglée. Jika Anda berpikir ia sedang benar-benar membaca buku itu berarti Anda salah besar. Dia tengah mengamati foto Kim Junsu, guru olah vokal keluarga sekaligus supir eksklusif para puteri dengan perintah Monsieur. Dia memendam perasaannya terhadap pria itu mengingat sikap sang ayah yang sangat keras pada setiap pria yang mendekati puteri-puterinya. Si sulung ini sedikit pelupa. Terkadang ia melupakan nama adik-adiknya. Tidak sampai di situ saja, Mademoiselle Tia sendiri—saya yakin sekali—tidak ingat siapa nama lengkap ayahnya sendiri—ironis, tampaknya nyaris tidak ada satu pun dari para puteri yang benar-benar mengingat nama sang pemimpin keluarga.

Apabila kita berdiri di balkon perpustakan, kita bisa melihat taman luas dan kolam renang besar berair jernih. Ah, itu, perempuan yang tengah bercanda-tawa dengan pria berseragam pelayan itu, adalah sang puteri kedua. Namanya Eira Cerelie de Conglée. Jika saja Grand Monsieur dapat melihat ini, beliau pasti sudah menyeret sang puteri kembali ke kamarnya dan mencekik Lee Sungmin, pelayan itu, hingga wajahnya berubah biru. Berkali-kali Monsieur mengatakan padanya untuk segera menikah namun berkali-kali pula ia menolaknya dengan alasan simpanan yang masih menggunung. Saya tidak akan menyebutkan siapa simpanannya, yang jelas saya tidak termasuk di dalamnya.

Keluar dari bangunan utama, kita dapat menemukan bangunan peristirahatan para pekerja. Seluruh pekerja tinggal di sini. Ah, lihat puteri yang sedang berdiri di depan pintu salah satu kamar itu? Itu adalah puteri yang nomor tiga, Ahneta Cho Atalie de Conglée. Dia sebenarnya tengah menunggu keputusan keluarga mengenai penikahannya dengan Cho Kyuhyun, salah seorang pelayan yang menjadi pemilik kamar yang kini tengah ia ketuk pintunya itu. Dia merupakan salah satu puteri paling bandel versi sang ayah karena sikap mengerikannya yang ia salurkan kepada kesembilan dayang pribadinya. Meski dia cukup bandel, dia sebenarnya sangat perhatian. Nama Aurora ia rekomendasikan pada sang ayah untuk ibunya tercinta. Obsesinya saat ini adalah es pinjo—es pisang ijo—yang diceritakan sang ayah setelah kembali dari suatu perjalanan bisnis di salah satu negeri tropis.

Dari sini, kita dapat melihat paviliun kecil di tengah kolam teratai. Jika Anda bertanya-tanya tentang keberadaan dua pekerja dapur dan seorang puteri yang bermain UNO bersama-sama itu, maka saya akan menjelaskannya secara ringkas. Sang puteri itu adalah Akilina Amabelle de Conglée, puteri keempat dari tujuh bersaudara. Kedua pekerja dapur itu adalah Lee Taemin dan Choi Minho, kekasih dan selingkuhan sang putri. Entah seperti apa sebenarnya hubungan mereka, namun yang jelas sang putri telah melakukan paksaan terhadap kedua pria muda itu untuk mengumpulkan uang untuk membeli cincin platina dengan berlian E-VVS2 sebagai syarat lamaran yang ditentukan sang ayah setelah ia dan kedua pria itu memergoki insiden romantis pagi hari sang ayah. Tapi akhir-akhir ini Mademoiselle sudah menjatuhkan pilihannya pada Choi Minho dan mereka sudah mendapatkan restu dari orang tua sang putri. Sekarang Mademoiselle sedang berada dalam masa pingitan.

Di taman bunga lavender yang ada di dekat sana, kita bisa menemukan Aine Erienthe de Conglée, salah satu putri Grand Monsieur yang bersikap sangat manis dan sangat... remaja. Dia adalah anak yang sangat ingin tahu. Saya masih ingat ketika ia merengek meminta ayahnya memberitahu mengapa ibunya bisa hamil. Pertanyaan yang mengerikan. Dia mengerti bahasa bunga dan sangat rapi. Jika ada orang yang memberikan bunga, hati-hati saja... setelah diterjemahkan olehnya ada dua pria yang siap menghujani dengan kritikan tajam. Haha.

Di atas pohon beringin besar di seberang kolam dapat kita temukan seorang putri yang tengah asyik bernyanyi dan memainkan tambourine. Dia adalah Estella Philomena de Conglée. Dia termasuk jajaran puteri paling bandel versi Grand Monsieur. Dia sering adu mulut dengan kakak ketiganya dan pamannya. Begitupula halnya dengan Mademoiselle Aganetha, adiknya yang merupakan puteri nomor delapan. Bahkan biasanya ketiga puteri ini menggunakan bahasa yang tidak teridentifikasi ketika berkomunikasi. Tentang kehidupan cintanya... hanya ada tiga pekerja yang ia incar di sini, Shim Changmin sang dokter, Kim Ryeowook sang pengurus hewan peliharaan, dan... saya sendiri, Choi Siwon sang asisten pribadi Grand Monsieur Lumière.

Di dapur, kita dapat menemukan Kim Kibum sang juru masak dan Lee Jinki sang pengurus dapur. Setiap kali keberadaan Key alias Kim Kibum dapat terlacak maka di sana pula sang puteri ketujuh dapat kita temukan. Dianugerahi nama Anaia Nevara de Conglée dan dekat dengan Mademoiselle Akilina. Tugasnya yang paling utama adalah membangunkan Mademoiselle Akilina setiap kali putri yang satu itu ketiduran saat rapat keluarga diadakan. Dia juga memergoki aksi romantis pagi sang ayah. Kejadian itu berbuntut pada munculnya persyaratan “cincin platina bertahtakan berlian E-VVS2” dari sang ayah.

Di sudut lain dapur, puteri kedelapan dan Park Yoochun, supir pribadi Grand Monsieur, tengah menikmati snack. Hubungan ini belum diangkat ke permukaan oleh sang puteri mengingat betapa kerasnya respon sang ayah terhadap kakak-kakaknya. Puteri yang bernama Aganetha Celeste de Conglée ini terkenal sangat tomboi dan menyukai berbagai olahraga. Sering ia mengenakan pakaian pria yang ala kadarnya. Sepertinya keinginan Grand Monsieur untuk mempunyai anak laki-laki berdampak besar padanya.

Mari kita kembali ke dalam kastil besar ini. Perlu waktu lebih dari sehari untuk mengelilingi kastil utama ini, jadi harap maklum apabila tidak semua bagian kastil bisa saya jelaskan hari ini. Nah, puteri kecil yang mengenakan kostum kelici Paskah itu adalah Dianthe Eudora de Conglée. Dia sama dengan kakak tertuanya, menyukai Kim Junsu, tapi apa daya. Jika Mademoiselle Tiana tidak bisa membujuk sang ayah untuk menikahkannya dengan pemuda itu, maka apa yang bisa diharapkan dari puppy eyes dan senyum kelinci lucu Mademoiselle Dianthe? Grand Monsieur memegang teguh tradisi keluarga. Putri kecil ini mempunyai satu panggilan istimewa dari Grand Monsieur, yaitu “sweet little poppy”. Saya tidak mengerti darimana Grand Monsieur mendapatkannya, tapi saya kira itu cocok untuknya.

Eits... siapa ini? Anak kecil yang baru saja memeluk kaki saya ini adalah Mayzinnia Elaine de Conglée, anak bungsu Grand Monsieur. Lucu sekali bukan? Dia punya dua ekor kelinci di belakang. Dia adalah pusat perhatian semua orang. Lihat saja wajahnya dan coba dengarkan suaranya ketika berbicara. Dia tidak pernah bisa berhenti berbicara ketika dia sudah memulainya dengan kata lain mirip dengan neneknya. Baiklah, Mademoiselle, saya antar ke kamar, ya? Tidak? Baiklah. Sepertinya kita harus mengikutsertakannya dalam tur ini.

Ah, puteri yang sedang mengicar dapur utama dari jendela itu adalah Luna Terraemaria de Conglée, puteri pertama Monsieur Neiva. Dia sangat terobsesi pada Kim Jaejoong, kepala dapur kastil utama. Lihat teropong yang ia bawa itu. Itu adalah teropong yang dibeli Grand Monsieur ketika pergi ke Karibia. Grand Monsieur marah besar gara-gara beliau mengira teropong itu hilang. Saya mungkin sudah mati sedari dulu kalau tidak ada Grand Madame. Fiuh.

Anda melihat perempuan yang sedang bermain ayunan dan menonton keributan yang dibuat oleh putri-putri Monsieur? Dia adalah Merisse Fraisenbaguette de Conglée. Putri kedua dari Monsieur Neiva. Namanya semuanya berarti makanan. Efek dari arti nama ini adalah bahwa Mademoiselle Ba--Merisse menjadi seseorang yang sangat menyukai makanan, khususnya pastry. Monsieur Eirwyn memanggilnya Baguette. Dia dekat dengan Mademoiselle Akilina dan Anaia, dan dia suka blueberry.

Aduh... Mademoiselle May, jangan pukul kepala saya. Oh, itu adalah Azura Caelestis de Conglée. Dia memang suka duduk di depan komputer seperti itu selama berjam-jam. Dia tidak suka ketika tidak ada yang menghubunginya, paling tidak suka. Apabila Anda ingin tahu apa yang tengah ia kerjakan di sana saat ini, akan saya beritahu rahasia kecil. Dia dan Mademoiselle Akilina adalah penulis cerita dewasa. Aish... saya bisa digantung kalau membocorkan rahasia ini, tapi apa boleh buat. Pada dasarnya dia adalah gadis istimewa yang ceria, apalagi mengingat bahwa dia adalah puteri tunggal dari Madame Fascienne dan suaminya.

Nah, begitulah perkenalan singkat mengenai keluarga Conglée ini. Untuk yang selanjutnya, Anda bisa mengunjungi kami lain waktu. Saya akan mengantar Mademoiselle May ke kamarnya dulu. Au revoir! Nous allons revenir pour vous disons!

 

 

Comments

lumienarc_1329
Sep. 30th, 2009 06:12 am (UTC)
Re: Komen gejeh
Jeh, kembaranku...

Kenapa ente nggak sama dia? Karena ente rebutan ma Tia... Hahahahahahhaa